Blog

Luis Milla di Antara Target Meleset dan Potensi Permainan Umpan

Rusjdi Alatas
Sabtu, 13 Januari 2018 16:27 WIB
Share
 
Pelatih Tim Nasional Indonesia, Luis Milla, memberikan perubahan permainan namun belum memenuhi target. AKURAT.CO/Sopain

AKURAT.CO, Hampir genap setahun Luis Milla dipercaya untuk duduk di bangku kepelatihan Tim Nasional Indonesia. Tidak seperti kebanyakan tugas pelatih di Eropa, bersama PSSI Luis Milla diberi tugas untuk memegang sekaligus dua tim berbeda (Timnas Indonesia Senior & Timnas U-22).

Namun dengan lebih banyaknya turnamen yang harus dilakoni Timnas U-22, PSSI kemudian tampak memberikan Milla kelonggaran untuk lebih fokus pada program pengembangan tim yang diperkuat Evan Dimas dan kawan-kawan.

Bukan hanya sekadar dipaksa untuk memaksimalkan bakat para pemain demi membuat Indonesia bisa memperagakan permainan indah saat di lapangan, namun Milla juga diberi tiga target utama, yaitu lolos Kualifikasi Piala Asia U-23, medali emas SEA Games, dan menembus deretan empat besar di ajang Asian Games yang berlangsung di Jakarta dan Palembang pada Agustus mendatang.

Sayangnya, Milla telah gagal memenuhi dua target pertama. Dengan kontrak yang hanya menyisakan tak kurang dari 12 bulan, ajang Asian Games hampir pasti akan menjadi penentuan bagi nasib mantan pemain Real Madrid dan Barcelona ini di Timnas Indonesia.

Lalu bagaimana sebenarnya dampak yang telah diberikan Luis Milla selama dipercaya duduk di bangku kepelatihan Timnas Indonesia? 

Penguasaan Bola

Meski tak terlalu dominan, namun gaya permainan ala Spanyol yang lebih mengutamakan penguasaan bola jelas sangat terasa di setiap laga yang dilakoni skuad besutan Milla. Dari total 21 pertandingan, skuad besutan Milla mencatatkan rata-rata 56% penguasaan bola.

Dan dari semua pertandingan tersebut, hanya ada lima laga di mana Indonesia tak mampu mencatatkan hingga 50% penguasaan bola. Dan catatan terbaik mereka terdapat pada laga kontra Mongolia, di mana Timnas mampu melakukan penguasaan bola hingga 72% di sepanjang pertandingan. Di mana kala itu Sang Garuda – julukan Timnas Indonesia – juga berhasil memastikan kemenangan telak tujuh gol tanpa balas.

(Ilustrasi: AKURAT.CO/Ryan)

Dengan penekanan permainan pada penguasaan bola, Milla juga berhasil membuat anak asuhnya lebih efektif dalam melepaskan umpan di setiap permainan. Dengan rata-rata 374 umpan per pertandingan, di mana 80,1 persen di antaranya merupakan operan tepat sasaran, berarti Indonesia tak banyak lagi bermain bola-bola panjang yang cenderung tak sampai ke sasaran.

Jumlah Gol dan Kebobolan

Milla juga bisa dibilang mampu membuat skuad Garuda – sebutan lain Timnas Indonesia – tampil lebih mengancam saat merada di depan gawang lawan. Dengan total 27 gol dari 21 pertandingan membuat skuad besutan Milla mampu mencatatkan 1,2 gol per pertandingan, yang berarti Indonesia selalu memiliki peluang cukup besar untuk mencetak gol di setiap pertandingan.

Sayangnya, jumlah gol yang masuk ke gawang sendiri juga tak kalah banyaknya. Total 18 gol dari 21 pertandingan jelas menunjukkan kalau lini pertahanan Milla belum bisa memberi rasa nyaman bagi penjaga gawang. 

Itulah kenapa belakangan sejumlah nama pemain Eropa berdarah Indonesia kembali santer diberitakan bakal dinaturalisasi demi mencari jalan keluar dari permasalahan ini.

(Ilustrasi: AKURAT.CO/Ryan).

Dengan melihat semua catatan yang ditorehkan Milla bersama Indonesia, rasanya tak layak bila menganggap sang pelatih kelahiran 12 Maret 1966 ini telah gagal dalam merubah wajah permainan Timnas Indonesia. Meski di sisi lain juga tak bisa dipungkiri bahwa hasil yang diraih Milla bersama Timnas Indonesia masih jauh dari kata maksimal.

Dengan begitu, muncul sebuah pertanyaan besar bagi setiap pecinta sepakbola Indonesia: kenapa Luis Milla belum juga bisa memberi jawaban atas ekspektasi besar masyarakat penggila sepakbola ini?

Alih-alih diarahkan ke Milla, mungkin akan lebih tepat bila pertanyaan tersebut ditujukan langsung kepada PSSI selaku penanggung jawab sepakbola di negeri ini. Karena bagaimanapun PSSI punya andil besar atas ketidakmaksimalan Milla menukangi Timnas Indonesia.

Tak Dimaksimalkannya Talenta Muda

Dengan sejumlah talenta muda yang dimiliki Indonesia, PSSI harusnya sadar benar kalau Luis Milla bisa menjadi jalan keluar untuk memaksimalkan kemampuan mereka. Karena saat belum lama duduk sebagai pelatih Timnas Indonesia, Milla pernah berencana memboyong para pemainnya melakukan training jangka panjang di sejumlah negara Eropa.

Namun, nyatanya semua gagal terlaksana karena PSSI membiliki banyak pertimbangan. Salah satunya adalah tidak ingin membiarkan klub-klub peserta kompetisi Liga 1 Indonesia terlalu lama kehilangan para talenta muda mereka.

Dengan tidak terlalu banyaknya waktu yang bisa diluangkan Milla bersama skuad Garuda, akan sangat sulit bagi Milla untuk bisa mengembangkan kemampuan para pemain mudanya. 

Meski gagal meraih emas di SEA Games Malaysia 2017, Luis Milla dan Tim Nasional Indonesia U-22 tetap merayakan medali perunggu yang mereka raih usai menumbangkan Myanmar 3-1. (Foto: AKURAT.CO/Sopian).

Memang, dasar PSSI menunjuk Milla untuk menukangi Timnas Indonesia salah satunya adalah keberhasilan Milla dalam membawa Timnas Spanyol U-21 menjuarai gelaran Piala Eropa U-21 2011. Tapi, PSSI seharusnya sadar, kemenangan skuad asuhan Milla kala itu mendapat dukungan besar dari talenta luar biasa yang ia miliki dalam skuadnya.

Bahkan, kebanyakan pemain yang dibawa Milla memenangi Piala Eropa U-21 kini merupakan bintang-bintang besar sepakbola Eropa yang memperkuat sejumlah klub raksasa. Sebut saja nama Juan Mata, Ander Herrera, Thiago Alcantara, hingga David De Gea yang kini menjadi penjaga gawang utama Manchester United.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Meski para pemain muda Indonesia kini memiliki talenta yang cukup bisa diharapkan, namun kita harus sadar kalau mereka masih perlu terus berkembang. Dengan sejumlah metode ala Eropa yang dimiliki Milla dan tim pelatihnya, kesempatan menjadi besar bagi para pemain untuk memaksimalkan kemampuan yang mereka punya.

PSSI Harus Membuka Mata

Di awal 2018 ini, PSSI membuat gebrakan dengan mendatangkan Islandia, yang tak lain adalah peserta Piala Dunia 2018. Kedatangan tim asal Eropa ini tentu akan memberi manfaat besar kepada skuad asuhan Luis Milla untuk bisa mengambil pelajaran dari lawan yang levelnya jauh di atas mereka.

Tapi jangan salah, dengan jadwal penyelenggaraan Asian Games yang tak sampai tujuh bulan lagi, PSSI tak cukup hanya berbangga hati karena telah menjadikan tim peserta Piala Dunia sebagai lawan tanding Tim Merah Putih – sebutan lain Timnas Indonesia.

Luis Milla kembali membawa Tim Nasional Indonesia melakukan laga uji coba kontra kontestan Piala Dunia, Islandia, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (14/1). (Foto: AKURAT.CO/Handaru M Putra).

PSSI wajib memberikan Milla ''quality time'' bersama anak asuhnya. Dengan demikian, bukan hanya kemampuan pemain yang terus bisa dimaksimalkan, namun taktik permainan yang diinginkan Luis Milla juga bisa diserap dengan sempurna.

Oleh sebab itu, bila saja Milla kembali gagal mencapai target yang telah ditetapkan PSSI kepadanya, perlu dilakukan sebuah evaluasi besar, apakah kegagalan tersebut murni karena kurang cakapnya Milla dalam meramu strategi, ataukah karena sepenuhnya kesalahan PSSI yang tak punya cukup usaha untuk menggapai prestasi.[]

 

 


Editor. Hervin Saputra

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Wiranto Minta Gerindra Buktikan Pertemuan dengan SBY Bahas Century

Selasa, 24 April 2018 07:53 WIB

"Buktikan saja, kalau tuduhan."


Dominasi USD Makin Miriskan Laju Rupiah

Selasa, 24 April 2018 07:32 WIB

Rupiah diestimasikan akan bergerak pada kisaran support 13.896 dan resisten 13.878


Ini Alasan Relawan Joss Dukung Susi Jadi Cawapres Jokowi

Selasa, 24 April 2018 07:30 WIB

Bu Susi pintar, bekerja keras, dan tidak memiliki riwayat kasus pidana."


Sudirman Said: Konser Rhoma di Tegalrejo Bukan Kampanye

Selasa, 24 April 2018 07:30 WIB

"Ini bukan kampanye terbuka. Ini konser musik, karena tidak ada ajakan, tidak bagi-bagi APK, dan tidak bicara program,"


Sane: Bagi Saya, Guardiola adalah Pelatih Terbaik Dunia

Selasa, 24 April 2018 07:30 WIB

"Dia selalu mencoba untuk mendapatkan yang terbaik dan menunjukan kepada kami bagaimana bermain sepakbola yang baik.'


Sharapova Beberkan Ambisi di Ajang Grand Slam

Selasa, 24 April 2018 07:22 WIB

Ternyata, hasrat Sharapova untuk menangi Grand Slam masih belum habis.


Thalia Minta Adik, Ruben Onsu Janji Bertempur Usai Lebaran

Selasa, 24 April 2018 07:21 WIB

Thalia yang makin cerewet sudah sering minta punya adik.


Duh, 4 Bulan Sudah Anomali Coffee Kehabisan Stok Kopi Flores-Bajawa

Selasa, 24 April 2018 07:15 WIB

Anomali lebih percaya Bajawa ketimbang daerah kopi lain di NTT.


Ketua DPR Sampaikan Belasungkawa Meninggalnya Wakapolres Labuhan Batu

Selasa, 24 April 2018 07:13 WIB

"Saya menyampaikan belasungkawa dan rasa keprihatinan yang mendalam atas meninggalnya Wakapolres Labuhan Batu,"


Pemda DIY Luncurkan E-Retribusi Bagi Rusunawa

Selasa, 24 April 2018 07:05 WIB

e-Retribusi diluncurkan untuk memudahkan pembayaran sewa rumah susun sederhana sewa (rusunawa).


Suka Ngopi? Ini Tipe-tipe Pengunjung Kedai Kopi Kekinian Versi Akurat.co

Selasa, 24 April 2018 07:05 WIB

Kamu masuk kategori mana?


Rencana Pindah Tinggal di Desa, Bagaimana Persiapan Ruben Onsu?

Selasa, 24 April 2018 07:05 WIB

Dia sudah mulai bertanam.


Mendikbud Temui 17 Guru Korban Kekerasan KKSB di Papua

Selasa, 24 April 2018 07:00 WIB

Pertemuan antara Mendikbud Muhadjir Effendi dengan belasan guru tersebut berlangsung secara tertutup bertempat di Hotel Horison Timika.


BI Kuatkan Aturan Keluar Masuk Bank dan Lembaga Perantara

Selasa, 24 April 2018 06:45 WIB

Operasi moneter untuk mendukung pencapaian stabilitas moneter yang dilaksanakan di pasar uang dan pasar valuta asing secara terintegrasi


Berdiri Sejak 2007, Tema Rustic ala Anomali Coffee Makin Ngehits

Selasa, 24 April 2018 06:45 WIB

Tema rustic itu seperti apa sih?