Bola / Lainnya / Berita
Blog

Ratusan Juta Euro yang 'Semakin Biasa' di Sepakbola Eropa

Anang Fajar Irawan
Kamis, 11 Januari 2018 18:12 WIB
Share
 
Para pemain bintang yang berlaga di liga top Eropa. TWITTER/BR Football

AKURAT.CO, Pada dekade-dekade yang lalu, pecahnya rekor transfer pemain sepakbola menjadi sesuatu yang luar biasa karena terjadi dalam tenggat waktu yang lama. Tapi kini, hal tersebut bisa terjadi di setiap sesi bursa transfer dibuka.

Coba lihat berapa lama jarak transfer Paul Pogba dari Juventus ke Manchester United, Neymar dan Kylian Mbappe ke Paris Saint Germain (PSG), dan keberhasilan Barcelona menggaet Philippe Coutinho dari Liverpool. Semua terjadi hanya dalam waktu satu setengah tahun.

Saat ini, Neymar adalah pemilik status pemain termahal dunia. Untuk mendapatkannya, PSG harus mengeluarkan dana sebesar 222 juta euro atau setara Rp2,9 triliun pada bursa transfer musim panas lalu.

Kasus Neymar menunjukkan bahwa klub seolah rela melakukan apa saja dan mengeluarkan uang jor-joran demi mendapat pemain incaran – terlepas dari berhasil atau tidaknya pemain tersebut memberikan kontribusi positif di klub barunya.

Fenomena menggilanya harga pemain zaman sekarang menunjukkan paham kapitalisme adalah pemenang. Dalam paham ini, pelaku bisnis menentukan harga pasar demi meraup keuntungan sebesar-besarnya.

Lalu, sejak kapan harga pemain mulai menunjukkan kegilaannya?

Pada 2 Juli 2003, klub yang bermarkas di Stadion Stamford Bridge, Chelsea, diambil-alih oleh seorang pengusaha asal Rusia yang baru berusia 35 tahun, Roman Abramovich. Di tangannya, revolusi besar-besaran internal klub terjadi dan tentunya merubah "adat" sepakbola secara global.

Tak lebih satu bulan setelah berkuasa di Chelsea, Abramovich, yang sebelumnya sama sekali tidak dikenal publik Inggris, membuat langkah bombastis bukan hanya untuk publik sepakbola Inggris, tetapi juga Eropa.

Roman Abramovich berpelukan dengan John Terry usai menjuarai Liga Champions musim 2011-2012. (Foto: THE GUARDIAN)

Dia mengizinkan klub berbelanja pemain hingga lebih dari 100 juta Poundsterling sekali jalan – terbesar dalam sejarah persepakbolaan Eropa saat itu. Sebelum manuver Abramovich, belum pernah ada klub "segila" Chelsea dalam hal pembelanjaan pemain.

Itu hanyalah awal. Pembelanjaan itu menandai sebuah era Baru dalam hal kepemilikan dan pengelolaan klub di Eropa.

Sejak membelanjakan 100 juta Poundsterling pertamanya, entah sudah berapa ratus juta lainnya yang dibelanjakan untuk Chelsea. Mulai dari pembelian pemain, personel organisasi untuk menjalankan klub, hingga memperbaiki fasilitas klub.

Setidaknya, hingga kini Abramovich sudah menggelontorkan dana sampai dua miliar Poundsterling atau setara Rp 34,6 triliun untuk The Blues – julukan Chelsea.

Petr Cech, Branislav Ivanovic, Ricardo Carvalho, John Terry, Ashley Cole, Frank Lampard, Claude Makelele, Michael Ballack, Eden Hazard, Didier Drogba, dan Arjen Robben, disebut-sebut sebagai pembelian tersukses Chelsea selama rezim Abramovich.

Sebelum Abramovic sah menjadi pemilik Chelsea, pemecahan rekor pemain termahal dunia terjadi di tahun 2001 saat Zinedine Zidane memutuskan hengkang dari Juventus menuju Real Madrid. Pemain asal Prancis itu diboyong El Real – julukan Madrid – dengan banderol 53 juta Poundsterling atau Rp838 miliar.

Butuh waktu delapan tahun untuk memecahkan rekor Zidane, dan lagi-lagi dilakukan oleh Real Madrid. Tahun 2009, klub asal ibu kota Spanyol itu memecahkan rekornya sendiri dengan memboyong Ricardo Kaka dari AC Milan dengan nilai transfer 56 juta Poundsterling - hanya berselisih tiga juta Poundsterling dari harga Zidane.

Dan di tahun yang sama pula, Madrid melakukan kejutan. Cristiano Ronaldo, yang melejit namanya bersama Manchester United, ditebus dengan harga 80 juta Poundsterling atau setara Rp 1,2 triliun. Dalam rupiah, Ronaldo adalah pemain pertama yang menembus harga triliunan.

Cristiano Ronaldo merupakan pembelian tersukses Real Madrid pada rezim Florentino Perez. (Foto: THE GUARDIAN)

Sejak saat itu, membeli pemain dengan harga triliunan seolah menjadi tren dan adu gengsi klub-klub elit.

Empat tahun berselang, Madrid meneruskan tradisinya dengan membeli pemain berbanderol triliunan. Pemain asal Wales, Gareth Bale, direkrut dari Tottenham Hotspur dengan nilai 85,3 juta Poundsterling atau Rp 1,4 triliun.

Bale menjadi pemain termahal terakhir yang dibeli El Real. Sebab, di tahun 2016, Manchester United memecahkan rekor dengan memboyong Paul Pogba dari Juventus seharga 89 juta Poundsterling (Rp 1,7 triliun).

Pogba menyandang gelar sebagai pemain termahal dunia hanya setahun. Di tahun 2017, saga transfer paling heboh dilakukan klub asal Prancis, Paris Saint-Germain. Les Parisien – julukan PSG – membeli pemain asal Brasil, Neymar Jr, dari Barcelona seharga 222 juta Euro atau 196 juta Poundsterling (Rp3,5triliun).

Satu harga yang harus dibayar satu klub untuk membeli pemain memberikan efek domino skala global dalam sepakbola. Tak peduli bermain di posisi mana pemain tersebut, harganya ikut menjadi selangit.

Tengok saja di periode bursa transfer terakhir. Manchester City misalnya, menyumbang empat nama dalam jajaran sepuluh bek termahal dunia. Mereka adalah Nicolas Otamendi (2015 - Rp705 miliar), Kyle Walker (2017 - Rp806 miliar), John Stones (2016 - Rp879 miliar) dan Benjamin Mendy (2017 - Rp909 miliar). Ingat, mereka adalah bek atau pemain belakang.

Mendy juga hanya setengah tahun menyandang predikat bek termahal dunia. Karena di awal 2018, Liverpool merekrut bek asal Belanda dari Southampton, Virgil van Dijk seharga 84,5 juta Euro atau 75 juta Poundsterling atau setara Rp1,3 triliun – harga yang dibayarkan Manchester United saat memboyong Romelu Lukaku dari Everton.

Kejutan terakhir di bursa transfer musim dingin 2018 tercatat atas nama Philippe Coutinho. Barcelona menjadikan namanya sebagai pemain kedua termahal dunia dengan banderol 160juta euro atau setara Rp2,8 triliun.

Pertanyaan berikutnya, siapa pemain yang bisa melampaui harga Neymar? Kapan itu terjadi? Dan tampaknya, uang membuat nilai pemain seakan tak berbatas.[]


Editor. Hervin Saputra

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Dinas PUPR Bali Realisasikan Perbaikan Jalan dan Trotoar

Selasa, 23 Januari 2018 16:55 WIB

Pada tahun 2010 di Kota Denpasar terdapat 32 titik banjir, dengan dilakukan upaya khusus penanganan banjir


Video Klip Pertama Jonghyun Setelah Meninggal Dunia Akhirnya Dirilis

Selasa, 23 Januari 2018 16:54 WIB

Kembali mengingat Jonghyun lewat video klip terbarunya.


Mulai Sirna, Yuk Kenali Budaya Tradisional Jepang dengan Segala Keunikannya

Selasa, 23 Januari 2018 16:54 WIB

Banyak masyarakat Jepang yang meninggalkan warisan budaya ini. Padahal sangat memikat wisatawan.


Gregoria dan Sebelas Wakil Indonesia ke Babak Utama

Selasa, 23 Januari 2018 16:52 WIB

Gregoria Mariska Tunjung lolos ke babak utama usai mengalahkan perlawanan atlet Denmark, Sofie Holmboe Dahl.


Uang Perawatan Kecantikan Rita Widyasari Ditelisik KPK

Selasa, 23 Januari 2018 16:51 WIB

Dokter Sonia Grania Wibisono diperiksa sebagai saksi.


Jusuf Kalla Jelaskan Rencana Kenaikan Biaya Haji

Selasa, 23 Januari 2018 16:43 WIB

Rencana kenaikan biaya haji tersebut disebabkan oleh penerapan pajak untuk biaya sejumlah pelayanan


Komnas HAM Ungkap Penyebab Gizi Buruk di Kabupaten Asmat

Selasa, 23 Januari 2018 16:42 WIB

DPR juga sedang memikirkan penggalangan solidaritas Suku Asmat untuk menggalang perawat dan ahli gizi.


Demam Film 'Dilan 1990', Pemuda Ini Melakukan Parodi yang Kocak

Selasa, 23 Januari 2018 16:38 WIB

Parodi 'Dilan 1990' ini semakin membuat film ini ditunggu penggemarnya.


Buka Rapim TNI-Polri, Jokowi Singgung Keberhasilan Amankan Pemilu dan Pilkada

Selasa, 23 Januari 2018 16:34 WIB

Jokowi sampaikan apresiasi dan terimaksih atas kerja dua pilar ini.


Pertamina Jaga Stok BBM di Asmat

Selasa, 23 Januari 2018 16:33 WIB

Pertamina MOR VIII berupaya menjaga ketahanan stok BBM di Kabupaten Asmat sebagai bentuk dukungan atas penanggulan KLB campak dan gizi buruk


Sys NS Alami Pingsan Sebelum Meninggal Dunia

Selasa, 23 Januari 2018 16:30 WIB

Sys NS sempat pingsan sebelum dibawa ke Rumah Sakit Pondok Indah.


20 Tahun Lagi Program Listrik 35.000 MW Tidak Mencukupi Kebutuhan Listrik Nasional

Selasa, 23 Januari 2018 16:27 WIB

Program pemerintah membangun 35.000 MW pada dasarnya hanya bisa mencukupi kebutuhan suplai listrik pada 10 tahun mendatang.


Jessica Mila Tak Menyangka Sys NS akan Meninggal Tiba-tiba

Selasa, 23 Januari 2018 16:24 WIB

Mila mengaku tak menyangka kepergian Sys NS begitu cepat


Deretan Koleksi Tas Nagita Slavina. Harganya Tak Main-main

Selasa, 23 Januari 2018 16:21 WIB

Berikut koleksi tas Nagita Slavina yang harganya selangit.


HNW: Ucapan Zulhas soal LGBT untuk Mengingatkan Publik

Selasa, 23 Januari 2018 16:21 WIB

Segera selesaikan RUU KUHP.