Kapten Munchen, Philipp Lahm Akhiri Karir di Sepak Bola

Dedi Ermansyah
Kamis, 09 Februari 2017 19:12 WIB
Share
 
Kapten Bayern Muenchen dan Timnas Jerman Philipp Lahm. (Foto: Telegraph)

Munchen, Kapten Bayern Muenchen dan Timnas Jerman Philipp Lahm akan segera mengakhiri kariernya di dunia sepak bola pada akhir musim 2016-2017.

Lahm mengumumkan keputusannya setelah laga DFB Pokal kontra VfL Wolfsburg, Selasa (7/2/2017). Pertandingan tersebut menjadi pertandingan lahm yang ke-501. bagi sang kapten bersama Bayern.

Sebelumnya, Lahm sudah pensiun membela timnas Jerman. Ia menyatakan gantung sepatu dari pentas internasional setelah membawa Tim Panser jadi kampiun Piala Dunia 2014.

"Saya bisa melanjutkan gaya kepemimpinan dan memberikan yang terbaik dalam setiap latihan hingga akhir musim. Saya bisa lanjut, tetapi tidak setelahnya," kata Lahm dikutip BBC, Kamis (9/2)

Sebenarnya kontrak Lahm bersama Bayern masih berlaku sampai 2018. Akan tetapi, pemain berusia 33 tahun itu memilih mundur lebih cepat.

"Saya sudah memikirkan (pensiun) selama lebih dari satu tahun terakhir," kata Lahm.

Lahm merupakan jebolan akademi Muenchen. Partai penyisihan grup Liga Champions melawan RC Lens, 13 November 2002, menjadi debut pria berpostur 170 cm itu bersama tim senior.

Beragam prestasi pun berhasil disumbang Lahm untuk Muenchen. Total 19 gelar ia raih bareng klub, termasuk Liga Champions 2012-2013.

Bersama Jerman, pencapaian tertinggi Lahm adalah gelar juara Piala Dunia pada 2014.

Satu hal yang spesial dari perjalanan karier Lahm di klub maupun timnas. Meski bertugas menjegal pemain lawan, ia belum pernah diganjar kartu merah. 

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Gadget Harus Bisa Kurangi Ketimpangan Pendapatan

Selasa, 23 Januari 2018 17:10 WIB

Kepala Bappenas: Pemerintah bertekad menjadikan gadget untuk mengurangi ketimpangan pendapatan di Indonesia.



Ngeri! Saat Gempa, Apartemen di Depok Sempat Miring

Selasa, 23 Januari 2018 17:06 WIB

Sempat miring ke kanan dan ke kiri.


Dinas PUPR Bali Realisasikan Perbaikan Jalan dan Trotoar

Selasa, 23 Januari 2018 16:55 WIB

Pada tahun 2010 di Kota Denpasar terdapat 32 titik banjir, dengan dilakukan upaya khusus penanganan banjir


Video Klip Pertama Jonghyun Setelah Meninggal Dunia Akhirnya Dirilis

Selasa, 23 Januari 2018 16:54 WIB

Kembali mengingat Jonghyun lewat video klip terbarunya.


Mulai Sirna, Yuk Kenali Budaya Tradisional Jepang dengan Segala Keunikannya

Selasa, 23 Januari 2018 16:54 WIB

Banyak masyarakat Jepang yang meninggalkan warisan budaya ini. Padahal sangat memikat wisatawan.


Gregoria dan Sebelas Wakil Indonesia ke Babak Utama

Selasa, 23 Januari 2018 16:52 WIB

Gregoria Mariska Tunjung lolos ke babak utama usai mengalahkan perlawanan atlet Denmark, Sofie Holmboe Dahl.


Uang Perawatan Kecantikan Rita Widyasari Ditelisik KPK

Selasa, 23 Januari 2018 16:51 WIB

Dokter Sonia Grania Wibisono diperiksa sebagai saksi.


Jusuf Kalla Jelaskan Rencana Kenaikan Biaya Haji

Selasa, 23 Januari 2018 16:43 WIB

Rencana kenaikan biaya haji tersebut disebabkan oleh penerapan pajak untuk biaya sejumlah pelayanan


Komnas HAM Ungkap Penyebab Gizi Buruk di Kabupaten Asmat

Selasa, 23 Januari 2018 16:42 WIB

DPR juga sedang memikirkan penggalangan solidaritas Suku Asmat untuk menggalang perawat dan ahli gizi.


Demam Film 'Dilan 1990', Pemuda Ini Melakukan Parodi yang Kocak

Selasa, 23 Januari 2018 16:38 WIB

Parodi 'Dilan 1990' ini semakin membuat film ini ditunggu penggemarnya.


Buka Rapim TNI-Polri, Jokowi Singgung Keberhasilan Amankan Pemilu dan Pilkada

Selasa, 23 Januari 2018 16:34 WIB

Jokowi sampaikan apresiasi dan terimaksih atas kerja dua pilar ini.


Pertamina Jaga Stok BBM di Asmat

Selasa, 23 Januari 2018 16:33 WIB

Pertamina MOR VIII berupaya menjaga ketahanan stok BBM di Kabupaten Asmat sebagai bentuk dukungan atas penanggulan KLB campak dan gizi buruk


Sys NS Alami Pingsan Sebelum Meninggal Dunia

Selasa, 23 Januari 2018 16:30 WIB

Sys NS sempat pingsan sebelum dibawa ke Rumah Sakit Pondok Indah.


20 Tahun Lagi Program Listrik 35.000 MW Tidak Mencukupi Kebutuhan Listrik Nasional

Selasa, 23 Januari 2018 16:27 WIB

Program pemerintah membangun 35.000 MW pada dasarnya hanya bisa mencukupi kebutuhan suplai listrik pada 10 tahun mendatang.